Jumat, 08 Mei 2015

Terdampar di Hulu sungai Citarum - Situ Cisanti Ranukumbolonya Bandung


Jika selama ini destinasi traveling Saya tak lepas dari Gunung dan Laut, bagaimana jika Saya ajak kalian melipir sedikit ke sebelah selatan Bandung, mengasingkan diri di tempat sejuk nan romantis.
Situ Cisanti. Ya, dialah danau kedua  yang telah berhasil membuat Saya jatuh hati pada pandangan pertama (Jreng,,ambil gendang langsung nyanyi lagu Arrafiq....), danau kedua tercantik yang Saya lihat setelah Ranukumbolo. Bahkan bisa Saya katakan bahwa ini Ranukumbolo-nya Bandung. 

Jadi ceritanya Hari Jumat, 24 April 2015, saat itu Saya lagi menjadi seekor siluman kelabang ngapak, siluman yang tiba-tiba berubah wujud kalo lagi kesel, kesel banget sama seorang manusia (sebut saja daun kucubung) yang keseringan bilang TERSERAH, keseringan bilang BEBAS, keringan bilang HAYU-HAYU AJA, (giliran diajak ke pelaminan aja, tegas banget nolaknya).

Pagi-paginya tuh masih bilang Ayok, lah pas mau pergi ngapa jadi bilang males?? Kan ngeselin banget ya. Saya udah dandan-dandan kece ala traveller, eh malah bilangnya males, kesiangan, kejauhan, banyak deh alasannya. Terus Saya tanya “Alternatif keduanya kemana, lah dia malah balik nanya kalo ga jadi pergi mau kemana..?? .  Sumpah ya waktu itu keselnya tuh pecah banget, jadi orang  ga konsisten banget sihhh!!!!  Tutup percakapan, skip. TAMAT. Udahan deh ceritanya.

EUUUUH SEBLOK JUGA NIH PAKE AER COMBERAN.  Cerita Situ Cisanti nya dimana woooyyy kampret..???

Hahahahahaa baiklah jikalau itu yang kakanda minta.

Kamu tahu, amarah tidak selalu membawa petaka, ternyata kali ini dia membawa kabar gembira, kabar gembira untuk kita semua, kulit rambutan kini ada rambutnya (Dari duluuuuuu wooyyyy!!!).  Setengah jam kemudian, tiba-tiba dateng tukang ojeg nyamber depan  gerbang, gerbang kemerdekaan Indonesia,  nyamper pergi (Ni tukang ojeg apaan maen nyamper-nyamper aja???  #WanitaPunyaSelera #PadahalSenengnyaGaKaruan #LoncatLoncatSambilGarukGaruk #EhBukanTukangOjegDeh.  Tring, siluman kelabang ngapak kembali berubah menjadi seorang wanita cantik (wanita cantik yang seperti kelabang ngapak).

SKIP. KEMBALI KE JALAN YANG BENAR.

Adalah Situ Cisanti, sebuah danau luas yang merupakan hulu Sungai terpanjang di Jawa Barat, Citarum nama sungainya. Terletak di Kampung Pejanten, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, luas danau yang mencapai  5 hektare ini tentunya menjadi  urat nadi bagi masyarakat Jawa Barat.  Jika Ranukumbolo terletak di Kaki Gunung Semeru, maka Situ Cisanti terletak di kaki Gunung Wayang yang berada di ketinggian 1500-3000 mdpl, ketinggian yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan danau-danau pada umumnya. Sehingga bisa ditebak seperti apa pesona danau ini.

Dari kota Bandung, kamu akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai ke tempat ini. Dengan jarak tidak kurang dari 60 km, kamu dapat menjajaki jalur agak memutar melewati Bojongsoang – Baleendah – Ciparay – Pacet – Kertasari. Namun jika kamu ingin mencoba jalur yang lebih singkat dengan trek yang jauh lebih sulit dan gak mainstream, kamu dapat melewati jalur Pangalengan  melewati perkebunan teh Malabar. Ingat, hanya dua jalur itu yang Saya sarankan. Karena pengalaman Saya ketika berangkat, awalnya kami menggunakan jalur yang pertama, sampai di Pacet, kami iseng-iseng mencoba trek yang yang GPS bilang lebih singkat, melenceng dari jalur utama, berbelok ke kanan jalan utama Pacet – Kertasari, menelusuri jalan yang semakin lama semakin menyempit dengan trek aspal yang kini berganti menjadi  trek batu-batu bercampur tanah dan genangan air. Licin, becek, dan sempat berberapa kali motor yang Saya dan partner Saya naiki tergelincir.  NOT RECOMENDEED.  Ya meskipun pada akhirnya kami menemukan jalan percabangan yang menembus ke jalanan mulus Kertasari.   

Dua jam kemudian, kami sudah tiba di depan sebuah gerbang temporer bertuliskan “Selamat Datang di Wana Wisata Situ Cisanti”. Yeay akhirnya sampai juga.  

Gerbang temprer Situ Cisanti

Saya melirik jam, dan ini sudah pukul 11.30, itu artinya sudah masuk waktu solat jumat. Sementara menunggu partner Saya jumatan di Mesjid warga yang tak jauh letaknya (sekitar 100 meter) dari Kawasan Situ, Saya pelan-pelan berjalan menuruni tangga, menelusuri deretan pohon menembus hutan ecaliptus, lalu tampklah danau indah tepat di depan mata.

Tangga menuju Situ Cisanti

Hamparan air  bening yang melengkung diantara barisan pepohonan khas pegunungan tampak berkilauan memancarkan cahaya yang berasal dari pantulan sinar matahari. Diatasnya, membentang perkasa si Gunung Wayang, gunung yang disebut-sebut pernah disinggahi Putra Raja Padjajaran, siang ini Si Perkasa agak malu-malu keluar, meski ditutupi kabut, namun samar-samar Ia nampak.


Inilah Danau cantik danaunya para Dewa


Tanpa berlama-lama, Saya pun lekas merogoh kamera di tas kesayangan Saya, mengambil beberapa foto untuk menyimpan panorama indah ini. Cetrek. Cetrek. Cetrek. dan  sedikit demi sedikit memori camera pun penuh, lalu batrenya pun melemah, kemudian mati. #LangsungGelarTahlilan

View Situ Cisanti 1

View Situ Cisanti 2

View Situ Cisanti 3

View Situ Cisanti 4


Gimana.... ??? Ga bohong kan..?... Juara kedua se dunia akhirat nih emang Situ Cisanti.

Sepakat ya kita bilang situ ini cantik.
Sekarang mari kita lanjut ke budget. Nah, kalo soal bugdet kamu gausah khawatir, bisa dibilang budget untuk menikmati Situ secantik ini adalah sangat terjangkau. Kamu Cuma butuh kendaraan yang ada bensinnya, orang yang bawa kendaraan, uang masuk 7500/org, dan uang parkir 2 ribu saja untuk motor, dan 5 ribu kalo kamu bawa mobil. Murah bangeeeet ga tuuhhh?? jika membandingankan apa yang bisa kita dapat dengan  jumlah uang yang harus kita keluarkan, kalo menurut Saya sih murah banget, ya itung-itung membantu perawatan dan pemeliharaan fasilitasnya lah.

Terus gimana soal fasilitas? Ada tempat parkir dengan kapasitas besar dan luas, dua kamar kecil, satu mushola, satu pos jaga, warung, rumah kayu (sejenis cottage) yang bisa kamu gunakan untuk menginap, dan area luas di sepanjang bibir danau yang bisa kamu gunakan untuk membangun tenda. Danau ini juga menyediakan perahu yang sewaktu-waktu bisa kamu tumpangi bersama si mamang berkeliling danau, sambil ikut membantu membersihkan danau rasanya pasti begitu mengesankan.


Perahu keliling di Situ Cisanti

Finally done. Trip yang sudah direncakan sejak 4 bulan lalu, terhambat kerjaan, bentrok sana-sini, direncanakan lagi, menemui kendala, nyaris gagal gara-gara kerasukan siluman kelabang ngapak, udah pesimis ga akan kesini seumur hidup, terus tiba-tiba dateng kesatria berwujud tukang ojeg membawa kabur, kemudian terdampar sendiri di tinggal jumatan, jajan batagor sendirian ditemenin tukang mancing di sisi danau, lalu hujan datang, lalu semua bubar, lalu kesatria datang, lalu kami pulang, lalu Saya menulis cerita ini. Lalu....

Lalu, Saya akan datang lagi. Nantikan Saya di Situ Cisanti lagi wahai bapak-bapak berbaju loreng penjaga loket karcis. Kelak Saya bakal membawa armada, membangun tenda, membuat perapian, menggaduh bersama tawa, menggalau bersama cerita, meniduri tanah bersama tenang, membuka mata bersama indah mentari pagi di pelupuk mata, bersama indahnya persahabatan dalam secangkir kopi hangat ala kami. (langsung ambil gitar kemudian bernyanyi #SipilIjoJoJoJoBudakSipilHarejo)


Saya sedang melompat di Situ Cisanti

Saya sedang berkeliling Situ Cisanti

Saya sedang memegang payung di Situ Cisanti

Saya sedang membaca di Situ Cisanti

Saya bersama Tas dan tongsis Saya di Situ Cisanti

Saya dan semangkuk batagor di Situ Cisanti

Saya bersama buku favorit Saya di Situ Cisanti


Saya bersama kaki bengkak Saya di Situ Cisanti

Saya bersama pria berwujud tukang ojeg di Situ Cisanti

T.A.M.A.T
Photo by :
-Wanita kerasukan siluman kelabang ngapak
- Pria berwujud tukang ojek