Selasa, 17 November 2015

Papua Oh Papua

PAPUA OH PAPUA (photo by @ananuranita)
Kemarin Aku ke Papua, Jayapura, lebih spesifik lagi Abepura. Tanggal 10-13 November, sayang cuma 4 hari saja. Aku nginep di Citihub Hotel selama 3 malam. Karena urusan pekerjaan, Aku singgah di beberapa kota dan kabupaten di Papua, untuk apalagi kalo bukan ngunjungin para jembatan. Meski melelahkan, tapi Aku senang. Mengapa senang?

Karena banyak hal istimewa yang ku temui disini.

Pertama. Pulau ke-5 di Indonesia setelah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang finally Aku singgahi dalam beberapa bulan ini.  Alhamdulillah mimpi keliling Indonesia yang sempat kutulis di LIFE MAP 2014-2015 akhirnya bukan sekedar tulisan. Jadi semakin yakin sama keajaiban tulisan, lebih tepatnya “Menuliskan mimpi-mimpi yang ingin dicapai.”

Kedua. Pulau terbesar ke-dua di dunia setelah Greenland ini sangat KAYA. Papua punya Ribuan pantai yang indah, danau yang cantik, gunung yang gagah, bukit yang ramah, tanah yang kaya, hutan yang asri, penduduk yang khas, adat budaya dan makanan yang khas, serta ras dan agama yang beraneka. 

Ada Harlem, Amai, Raja Ampat, Sentani, Siklop,  tambang emas, Cartenz, Asmat, Biak, Dani, Arso, Waris, Busur, Koteka, Tifa, Noken, Matoa, Papeda. Sungguh suatu paket lengkap. Dan lagi, bukankah keanekaragaman itu cantik bukan?

Ketiga. Beruntungnya Aku karena sempat berkunjung ke wilayah Perbatasan bagian timur negara Indonesia dengan Papua New Guinea. Wilayah SKOUW dan WUTUNG, dua wilayah berbeda negara yang hanya dipisahkan oleh dua benteng berbeda bendera berjarak sekitar 10 meter saja. 

Ketika aku berdiri di Benteng berbariskan tentara kerdil nan sawo matang, saat itu pulsa di ponselku masih utuh. Lalu, 1 menit kemudian Aku berjalan kedepan menghampiri benteng lain dengan para tentara berbadan gempal nan hitam, seketika Aku dikirimi sms operator yang bunyinya, “WELCOME TO PAPUA NEW GUINEA, TARIF NELPON DAN NERIMA TELPON KE INDONESIA 15 RIBU PER MENIT.” Lalu ponsel pun berdering, tanpa sadar Aku mengangkat telpon, dan dalam beberapa detik habislah pulsaku. (ketebak kan isi pulsaku berapa ? hahaaa miskin kaliiii).

Oh ya, Aku sempat masuk melewati gerbang batas negara, dan itu artinya Aku berada di luar negeri. Anehnya, Aku tak perlu menyodorkan passportku, mereka hanya mensyaratkan surat ijin memasuki daerah perbatasan saja, namun itu pun Aku tak buat. Ya karena Aku beruntung, dibantu mitra kerjaku, yang memang orang pemerintahan. (Hemmm, jangan ditiru).

Satu lagi, di negara Papua New Guinea yang hanya setengah jam Saja Aku singgahi, Aku sempat menikmati view Pantai Indah mpunya Papua New Guinea. Pantai itu aku nikmati dari belakang rumah penduduk Wutung. Si mpunya rumah, dua orang mama, menghampiriku, mereka menyapaku dengan senyum ramah dan ucapan GOOD AFTERNOON. Akupun balik menyapa dan ngajak mereka foto bareng, eh tiba-tiba Aku dipeluk mereka dan dibilang dalam bahasa inggris berlogat Fiji yang kira-kira begini jika diterjemahkan, “OH TUHAN GADIS INI SUNGGUH CANTIK,” Hihi. Thank you Mama. God bless you.

Udah segitu aja dulu, barupun Jayapura yang Aku kunjungi. Fix, akan kutuliskan PAPUA kembali di LIFE MAP 2016. Entah lewat apa dan darimana pun jalannya, terimakasih Tuhan karena telah membukakan satu demi satu mimpiku. 

Lalu, malam ini aku menggigil meriang, dan tulangku terasa ngilu. Mudah-mudahan bukan malaria.

Senin, 16 November 2015.
Bandung.
23:41.


Ananuranita


tiket pesawatku


Aku dan pesawat saat akan tiba di Papua
Bandar Udara Sentani

Hotel tempatku menginap di kota Abepura
Kamar 309 tempatku menginap di kota Abepura
Pemandangan pagi hari dari tempatku menginap di kota Abepura
Pemandangan Kota Jayapura

Pemandangan pesisir pantai di kota Jayapura
Sore hari di menikmati view Danau Sentani
Aku dan langit dari Cristho Resto Danau Sentani
Sore hari di Danau Sentani

Sore hari di Danau Sentani

Sore hari di Danau Sentani

Menjemput sunset dari Danau Sentani

Aku dan dua kawan baruku dari Papua (Pace Ichu dan Dimas)

View Papua dari Tanah Hitam, Papua
This is Papeda (Makanan khas Papua)

This is Tifa (Alat Musik khas Papua)

Tempat memancing ikan tawar di wilayah Koya Timur
Hutan di wilayah Perbatasan wilayah Arso - Waris, Papua

Pemandangan Gunung Siklop dari daerah Waena, Papaua

Anak babi yang sempat ku temui di sekitar Desa Nafri, Papaua 

Jembatan Ubiau di wilayah Waris, Papua

Sungai Muara Tami ( Jembatan terakhir perbatasan Jayapura - Papua New Guinea)

Benteng pemisah batas sebelah timur negara Indonesia - Papua New Guinea

Benteng masuk negara Papua New Guinea

Aku berfoto di Pos Pemeriksaan Lintas Batas Skouw - Wutung (Indonesia - Papua New Guinea)

View laut Papua New Guinea (lupa nanya nama lautnya apa)
Aku dan dua orang mama berkebangsaan Papua New Guinea

Aku dan Kendaraan berplat polisi Papua New Guinea di Pasar Skouw

Pemandangan Teluk Yotefa ini dapat dinikmati dari bukit Skyline

Aku dan Papua dan lautnya

Pemandangan Danau Sentani dan wilayah perbukitan Jayapura 
Pemandangan Danau Sentani dan wilayah perbukitan Jayapura

Acara ini dipersembahkan oleh : BASRENG 22 (boleh cek ig nya sis @basreng22 monggo diorder)

Photos by me (bisa difollow ig nya @ananuranita) with NIKON COOLPIX. Terimakasih, karena tak ga ada yang fotoin, kini bukan lagi kendala terbesar bersolo traveling. Muahihihiiiii (ngupahan maneh).